M. Azzam Arfa • Oct 01 2026 • 205 Dilihat

Daftar Isi
Islam adalah agama yang mengajarkan manusia untuk menyembah Allah SWT, mematuhi perintah-Nya, menghindari larangan-Nya, dan menjalani kehidupan sesuai petunjuk Al‑Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad ﷺ.
Allah Ta’ala berfirman,
وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئاً وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَاناً وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang tua (ibu dan bapak), karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahayamu.” (QS. An-Nisa [4]: 36)
Allah Ta’ala berfirman,
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku”. (QS. Adz-Dzariyat [51]: 56)
Bagi orang yang baru belajar agama, memahami pengertian Islam dan dasar‑dasarnya sangat penting. Islam tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Allah, tetapi juga mengajarkan akhlak, ibadah, hubungan dengan sesama manusia, dan tanggung jawab atas kehidupan.
Artikel ini menjelaskan apa itu Islam, pengertian Islam secara sederhana, sumber ajarannya, rukun Islam, rukun iman, serta bagaimana seorang Muslim dapat memulai belajar Islam.
Secara bahasa, kata Islam berasal dari bahasa Arab الإسلام (al-Islām). Kata ini terkait dengan makna keselamatan, kedamaian, dan kepasrahan atau penyerahan diri kepada Allah.
Dalam pengertian agama, Islam adalah agama yang mengajarkan manusia untuk berserah diri dan tunduk kepada Allah SWT dengan mematuhi perintah-Nya dan menghindari larangan-Nya.
Allah SWT berfirman:
اِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ اللّٰهِ الْاِسْلَامُ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًاۢ بَيْنَهُمْ ۗ وَمَنْ يَّكْفُرْ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ فَاِنَّ اللّٰهَ سَرِيْعُ الْحِسَابِ
“Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah ialah Islam. Orang-orang yang telah diberi kitab tidak berselisih, kecuali setelah datang pengetahuan kepada mereka karena kedengkian di antara mereka. Siapa yang kufur terhadap ayat-ayat Allah, sesungguhnya Allah sangat cepat perhitungan(-Nya).” QS. Ali ‘Imran: 19
Ayat tersebut menjelaskan posisi Islam sebagai agama yang diridai Allah SWT.
Allah juga berfirman:
وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. QS. Ali ‘Imran: 85
Islam, sebagai ketundukan kepada Allah, tidak hanya berkaitan dengan Nabi Muhammad ﷺ. Para nabi mengajarkan tauhid, yakni menyembah Allah semata dan tidak mempersekutukan-Nya.
Nabi Muhammad ﷺ adalah nabi dan rasul terakhir yang membawa risalah Islam sebagai penyempurna ajaran para nabi sebelumnya.
Allah SWT berfirman:
مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَٰكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا
“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” QS. Al‑Ahzab: 40
Karena itu, seorang Muslim meyakini Nabi Muhammad ﷺ sebagai utusan Allah dan nabi terakhir.
Secara umum, dasar utama ajaran Islam dapat dipahami melalui beberapa hal penting.
Al‑Qur’an adalah kitab suci yang menjadi petunjuk bagi umat Islam.
Al‑Qur’an berisi petunjuk tentang keimanan, ibadah, akhlak, hukum, kisah umat terdahulu, dan berbagai prinsip kehidupan.
Allah SWT berfirman:
اِنَّ هٰذَا الْقُرْاٰنَ يَهْدِيْ لِلَّتِيْ هِيَ اَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ اَنَّ لَهُمْ اَجْرًا كَبِيْرًاۙ
“Sungguh, Al-Qur`an ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang mukmin yang mengerjakan kebajikan, bahwa mereka akan mendapat pahala yang besar.” QS. Al-Isra’ Ayat 9
Al‑Qur’an menjadi sumber utama untuk memahami ajaran Islam.
Selain Al‑Qur’an, umat Islam juga menjadikan Sunnah Nabi Muhammad ﷺ sebagai pedoman.
Sunnah mencakup perkataan, perbuatan, persetujuan, dan keteladanan Nabi ﷺ yang diriwayatkan lewat hadis.
Sunnah membantu menjelaskan bagaimana ajaran Al‑Qur’an diterapkan dalam kehidupan.
Contohnya, Al‑Qur’an memerintahkan umat Islam untuk mendirikan shalat.
Nabi ﷺ bersabda:
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ، قَالَ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ، عَنْ أَبِي قِلاَبَةَ، قَالَ حَدَّثَنَا مَالِكٌ، أَتَيْنَا إِلَى النَّبِيِّ ﷺ وَنَحْنُ شَبَبَةٌ مُتَقَارِبُونَ، فَأَقَمْنَا عِنْدَهُ عِشْرِينَ يَوْمًا وَلَيْلَةً، وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ رَحِيمًا رَفِيقًا، فَلَمَّا ظَنَّ أَنَّا قَدِ اشْتَهَيْنَا أَهْلَنَا أَوْ قَدِ اشْتَقْنَا سَأَلَنَا عَمَّنْ تَرَكْنَا بَعْدَنَا فَأَخْبَرْنَاهُ قَالَ ” ارْجِعُوا إِلَى أَهْلِيكُمْ فَأَقِيمُوا فِيهِمْ وَعَلِّمُوهُمْ وَمُرُوهُمْ ـ وَذَكَرَ أَشْيَاءَ أَحْفَظُهَا أَوْ لاَ أَحْفَظُهَا ـ وَصَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي، فَإِذَا حَضَرَتِ الصَّلاَةُ فَلْيُؤَذِّنْ لَكُمْ أَحَدُكُمْ وَلْيَؤُمَّكُمْ أَكْبَرُكُمْ “.
Dari Malik: Kami datang kepada Nabi ﷺ dan tinggal bersamanya selama dua puluh hari dan malam. Kami semua muda dan sebaya. Nabi ﷺ sangat baik dan penyayang. Ketika beliau menyadari kerinduan kami kepada keluarga kami, beliau bertanya tentang rumah kami dan orang-orang di sana, dan kami memberitahunya. Kemudian beliau meminta kami untuk kembali kepada keluarga kami dan tinggal bersama mereka serta mengajarkan mereka (agama) dan memerintahkan mereka untuk melakukan kebaikan. Beliau juga menyebutkan beberapa hal lain yang saya ingat atau saya lupakan. Nabi ﷺ kemudian menambahkan, “Shalatlah seperti yang kalian lihat aku shalat, dan ketika tiba waktu shalat, salah satu dari kalian harus mengumandangkan Adzan dan yang tertua di antara kalian harus menjadi imam shalat.” HR. Bukhari, no. 631
Karena itu, mempelajari Islam tidak cukup hanya dengan mengetahui ayat Al‑Qur’an. Seorang Muslim juga perlu memahami Sunnah Nabi ﷺ dengan merujuk pada hadis yang dapat dipertanggungjawabkan.
Salah satu dasar paling penting dalam Islam adalah Rukun Islam. Rukun Islam terdiri dari lima perkara:
Dasar mengenai lima rukun ini terdapat dalam hadis Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi Muhammad ﷺ bersabda:
بُنِىَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَإِقَامِ الصَّلاَةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَحَجِّ الْبَيْتِ وَصَوْمِ رَمَضَانَ
“Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah melainkan Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah; menunaikan shalat; menunaikan zakat; menunaikan haji ke Baitullah; dan berpuasa Ramadhan.” (HR. Bukhari, no. 8; Muslim, no. 16)..”
Syahadat merupakan kesaksian bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.
Dua kalimat syahadat adalah:
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ
Artinya:
“Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.”
Syahadat mengandung dua prinsip penting: mengesakan Allah dalam ibadah dan mengikuti Rasulullah ﷺ.
Dari ‘Ubâdah bin ash-Shâmit Radhiyallahu anhu ia berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ شَهِدَ أَنْ لَاإِلٰـهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ ، وَأَنَّ مُـحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ ، وَأَنَّ عِيْسَى عَبْدُ اللهِ وَرَسُوْلُهُ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوْحٌ مِنْهُ ، وَالْـجَـنَّـةَ حَـقٌّ ، وَالنَّارَ حَـقٌّ ، أَدْخَلَهُ اللهُ الْـجَنَّـةَ عَلَى مَا كَانَ مِنَ الْعَمَلِ.
Barangsiapa bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allâh saja, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya; dan bahwa ‘Isa adalah hamba Allâh dan Rasul-Nya dan kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam serta ruh dari-Nya; dan bahwa surga adalah benar adanya dan neraka adalah benar adanya, maka Allâh pasti memasukkannya ke dalam surga bagaimanapun amal yang telah diperbuatnya.
Hadits ini shahih. Diriwayatkan oleh:
Shalat merupakan ibadah wajib yang dilakukan lima kali sehari. Lima waktu shalat tersebut adalah:
Shalat memiliki kedudukan penting dalam kehidupan seorang Muslim. Selain sebagai ibadah, shalat juga menjadi sarana untuk mengingat Allah dan memohon pertolongan-Nya.
Allah SWT berfirman:
اِنَّنِيْٓ اَنَا اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاعْبُدْنِيْ ۙ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِيْ
“Sesungguhnya Aku adalah Allah, tidak ada tuhan selain Aku. Maka, sembahlah Aku dan tegakkanlah salat untuk mengingat-Ku..” QS. Taha: 14
Bagi orang yang baru belajar Islam, mempelajari tata cara wudhu dan shalat dengan benar merupakan bagian penting dari pembelajaran dasar agama.
Zakat adalah kewajiban bagi Muslim yang memenuhi ketentuan tertentu.
Zakat memiliki fungsi ibadah sekaligus membantu orang-orang yang berhak menerimanya. Salah satu dalil tentang zakat dalam Alqur’an adalah:
Allah SWT berfirman:
وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَارْكَعُوْا مَعَ الرّٰكِعِيْنَ
“Tegakkanlah salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.” QS. Al-Baqarah: 43
Zakat tidak boleh disamakan dengan sedekah biasa karena zakat mempunyai ketentuan, jenis, kadar, dan penerima tertentu.
Puasa Ramadan adalah ibadah wajib bagi Muslim yang memenuhi syarat.
Allah SWT berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” QS. Al-Baqarah: 183
Puasa tidak hanya berarti menahan lapar dan haus. Seorang Muslim juga diajarkan untuk menjaga perkataan, perbuatan, dan perilakunya.
Haji merupakan ibadah yang dilakukan di Baitullah bagi Muslim yang memiliki kemampuan.
Allah SWT berfirman:
فِيْهِ اٰيٰتٌۢ بَيِّنٰتٌ مَّقَامُ اِبْرٰهِيْمَ ە ۚ وَمَنْ دَخَلَهٗ كَانَ اٰمِنًا ۗ وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًا ۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ
“Di dalamnya terdapat tanda-tanda yang jelas, (di antaranya) Maqam Ibrahim. Siapa yang memasukinya (Baitullah), maka amanlah dia. (Di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, (yaitu bagi) orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Siapa yang mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu pun) dari seluruh alam.” QS. Ali ‘Imran: 97
Haji memiliki ketentuan dan tata cara tertentu. Kewajibannya berlaku bagi orang yang memenuhi kemampuan sebagaimana dijelaskan dalam syariat.
Selain Rukun Islam, seorang Muslim juga harus memahami Rukun Iman. Rukun iman terdiri dari enam perkara:
Dasar enam rukun iman tersebut terdapat dalam hadis Jibril.
عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَيْضًا قَالَ : بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيْدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيْدُ سَوَادِ الشَّعْرِ, لاَ يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ وَلاَ يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ, حَتَّى جَلَسَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم, فأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ, وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ, وَ قَالَ : يَا مُحَمَّدُ أَخْبِرْنِيْ عَنِ الإِسْلاَمِ, فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم : اَلإِسْلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَإِ لَهَ إِلاَّ اللهُ وَ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ, وَتُقِيْمُ الصَّلاَةَ, وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ, وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ, وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً. قَالَ : صَدَقْتُ. فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْئَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ. قَالَ : فَأَخْبِرْنِيْ عَنِ الإِيْمَانِ, قَالَ : أَنْ بِاللهِ, وَمَلاَئِكَتِهِ, وَكُتُبِهِ, وَرُسُلِهِ, وَالْيَوْمِ الآخِرِ, وَ تُؤْمِنَ بِالْقَدْرِ خَيْرِهِ وَ شَرِّهِ. قَالَ : صَدَقْتَ. قَالَ : فَأَخْبِرْنِيْ عَنِ الإِحْسَانِ, قَالَ : أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ. قَالَ : فَأَخْبِرْنِيْ عَنِ السَّاعَةِ قَالَ : مَا الْمَسْؤُوْلُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ. قَالَ : فَأَخْبِرْنِيْ عَنْ أَمَارَاتِهَا, قَالَ : أَنْ تَلِدَ الأَمَةُ رَبَّتَهَا, وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُوْنَ فِيْ الْبُنْيَانِ, ثم اَنْطَلَقَ, فَلَبِثْتُ مَلِيًّا, ثُمَّ قَالَ : يَا عُمَرُ, أَتَدْرِيْ مَنِ السَّائِل؟ قُلْتُ : اللهُ وَ رَسُوْلُهُ أَعْلَمُ. قَالَ : فَإِنَّهُ جِبْرِيْلُ أَتَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِيْنَكُمْ. رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Umar bin Khaththab Radhiyallahu anhu berkata :
Suatu ketika, kami (para sahabat) duduk di dekat Rasululah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tiba-tiba muncul kepada kami seorang lelaki mengenakan pakaian yang sangat putih dan rambutnya amat hitam. Tak terlihat padanya tanda-tanda bekas perjalanan, dan tak ada seorang pun di antara kami yang mengenalnya. Ia segera duduk di hadapan Nabi, lalu lututnya disandarkan kepada lutut Nabi dan meletakkan kedua tangannya di atas kedua paha Nabi, kemudian ia berkata :“Hai, Muhammad! Beritahukan kepadaku tentang Islam.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,”Islam adalah, engkau bersaksi tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah, dan sesungguhnya Muhammad adalah Rasul Allah; menegakkan shalat; menunaikan zakat; berpuasa di bulan Ramadhan, dan engkau menunaikan haji ke Baitullah, jika engkau telah mampu melakukannya,” lelaki itu berkata,”Engkau benar,” maka kami heran, ia yang bertanya ia pula yang membenarkannya.
Kemudian ia bertanya lagi: “Beritahukan kepadaku tentang Iman”. Nabi menjawab,”Iman adalah, engkau beriman kepada Allah; malaikatNya; kitab-kitabNya; para RasulNya; hari Akhir, dan beriman kepada takdir Allah yang baik dan yang buruk,” ia berkata, “Engkau benar.”
Dia bertanya lagi: “Beritahukan kepadaku tentang ihsan”. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,”Hendaklah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatNya. Kalaupun engkau tidak melihatNya, sesungguhnya Dia melihatmu.”
Lelaki itu berkata lagi : “Beritahukan kepadaku kapan terjadi Kiamat?”
Nabi menjawab,”Yang ditanya tidaklah lebih tahu daripada yang bertanya.” Dia pun bertanya lagi : “Beritahukan kepadaku tentang tanda-tandanya!” Nabi menjawab,”Jika seorang budak wanita telah melahirkan tuannya; jika engkau melihat orang yang bertelanjang kaki, tanpa memakai baju (miskin papa) serta pengembala kambing telah saling berlomba dalam mendirikan bangunan megah yang menjulang tinggi.” Kemudian lelaki tersebut segera pergi. Aku pun terdiam, sehingga Nabi bertanya kepadaku : “Wahai, Umar! Tahukah engkau, siapa yang bertanya tadi?” Aku menjawab,”Allah dan RasulNya lebih mengetahui,” Beliau bersabda,”Dia adalah Jibril yang mengajarkan kalian tentang agama kalian.”
Hadits ini secara lengkap diriwayatkan oleh Imam Muslim no. 8, dan diriwayatkan juga oleh Imam Ahmad (I/27,28,51,52), Abu Dawud (no. 4695), at Tirmidzi (no.2610), an Nasaa-i (VIII/97), Ibnu Majah (no. 63), Ibnu Mandah dalam al Iman (1,14), ath Thoyalisi (no. 21), Ibnu Hibban (168,173), al Aajurri dalam asy Syari’ah (II/no.205, 206, 207, 208), Abu Ya’la (242), al Baghawi dalam Syarhus Sunnah (no.2), al Marwazi dalam Ta’zhim Qadris Shalat (no.363-367), ‘Abdullah bin Ahmad dalam as Sunnah (no.901,908), al Bukhari dalam Khalqu Af’aalil ‘Ibaad (190), Ibnu Khuzaimah (no.2504) dari sahabat Ibnu ‘Umar dari bapaknya ‘Umar bin Khaththab.
Iman kepada Allah berarti meyakini bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah. Seorang Muslim meyakini kesempurnaan Allah dan tidak menyamakan Allah dengan makhluk-Nya.
Allah SWT berfirman:
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
“Katakanlah: Dialah Allah Yang Maha Esa.” QS. Al-Ikhlas: 1
Tauhid menjadi dasar utama keimanan seorang Muslim.
Allah SWT berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اٰمِنُوْا بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَالْكِتٰبِ الَّذِيْ نَزَّلَ عَلٰى رَسُوْلِهٖ وَالْكِتٰبِ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ ۗ وَمَنْ يَّكْفُرْ بِاللّٰهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلٰلًاۢ بَعِيْدًا
Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah, Rasul-Nya (Nabi Muhammad), Kitab (Al-Qur’an) yang diturunkan kepada Rasul-Nya, dan kitab yang Dia turunkan sebelumnya. Siapa yang kufur kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, dan hari Akhir sungguh dia telah tersesat sangat jauh. QS: An-Nisa’ · Ayat 136
Malaikat merupakan makhluk Allah yang diciptakan untuk menjalankan berbagai tugas yang diperintahkan Allah.
Allah SWT berfirman:
اٰمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَّبِّهٖ وَالْمُؤْمِنُوْنَ ۗ كُلٌّ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖ ۗ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مِّنْ رُّسُلِهٖ ۗ وَقَالُوْا سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ
Rasul (Muhammad) beriman pada apa (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang mukmin. Masing-masing beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata,) “Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya.” Mereka juga berkata, “Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, wahai Tuhan kami. Hanya kepada-Mu tempat (kami) kembali.” QS: Al-Baqarah · Ayat 285
Di antara malaikat yang dikenal dalam ajaran Islam adalah Jibril, Mikail, Israfil, dan Malik.
Seorang Muslim wajib beriman kepada malaikat Allah.
Seorang Muslim wajib beriman bahwa Allah menurunkan kitab-kitab kepada para rasul-Nya.
Allah SWT berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اٰمِنُوْا بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَالْكِتٰبِ الَّذِيْ نَزَّلَ عَلٰى رَسُوْلِهٖ وَالْكِتٰبِ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ ۗ وَمَنْ يَّكْفُرْ بِاللّٰهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلٰلًاۢ بَعِيْدًا
Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah, Rasul-Nya (Nabi Muhammad), Kitab (Al-Qur’an) yang diturunkan kepada Rasul-Nya, dan kitab yang Dia turunkan sebelumnya. Siapa yang kufur kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, dan hari Akhir sungguh dia telah tersesat sangat jauh. QS: An-Nisa’ · Ayat 136
Di antaranya adalah Taurat, Zabur, Injil, dan Al-Qur’an.
Al-Qur’an merupakan kitab yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ dan menjadi petunjuk bagi umat manusia.
Allah mengutus para rasul untuk menyampaikan petunjuk kepada manusia.
Seorang Muslim wajib beriman kepada seluruh rasul Allah tanpa membeda-bedakan mereka dalam hal kewajiban iman kepada mereka.
Allah SWT berfirman:
اٰمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَّبِّهٖ وَالْمُؤْمِنُوْنَ ۗ كُلٌّ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖ ۗ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مِّنْ رُّسُلِهٖ ۗ وَقَالُوْا سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ
“Rasul (Muhammad) beriman pada apa (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang mukmin. Masing-masing beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata,) “Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya.” Mereka juga berkata, “Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, wahai Tuhan kami. Hanya kepada-Mu tempat (kami) kembali.” QS. Al-Baqarah: 285
Allah SWT berfirman:
فَاِذَا بَلَغْنَ اَجَلَهُنَّ فَاَمْسِكُوْهُنَّ بِمَعْرُوْفٍ اَوْ فَارِقُوْهُنَّ بِمَعْرُوْفٍ وَّاَشْهِدُوْا ذَوَيْ عَدْلٍ مِّنْكُمْ وَاَقِيْمُوا الشَّهَادَةَ لِلّٰهِ ۗ ذٰلِكُمْ يُوْعَظُ بِهٖ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ ە ۗ وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ۙ
Apabila mereka telah mendekati akhir idahnya, rujuklah dengan mereka secara baik atau lepaskanlah mereka secara baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil dari kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Yang demikian itu dinasihatkan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman kepada Allah dan hari akhir. Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, QS: At-Thalaq · Ayat 2
Islam mengajarkan bahwa kehidupan manusia tidak berhenti ketika meninggal dunia.
Ada kehidupan akhirat, hari kebangkitan, perhitungan amal, serta balasan atas perbuatan manusia.
Keimanan kepada hari akhir mendorong seorang Muslim untuk memperhatikan amal dan perilakunya selama hidup di dunia.
Allah SWT berfirman:
اِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنٰهُ بِقَدَرٍ
Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu sesuai dengan ukuran.QS: Al-Qamar · Ayat 49
Seorang Muslim beriman bahwa segala sesuatu terjadi dengan ilmu dan ketetapan Allah.
Pada saat yang sama, manusia tetap diperintahkan untuk berusaha, memilih kebaikan, dan bertanggung jawab atas perbuatannya.
Memahami qada dan qadar membutuhkan pembelajaran yang hati‑hati agar tidak salah memahami hubungan antara kehendak Allah dan tanggung jawab manusia.
Sebagian orang mungkin menganggap belajar Islam hanya berarti mempelajari shalat, puasa, zakat, dan ibadah lainnya.
Padahal Islam juga mengajarkan akhlak dan hubungan sosial.
Islam mengajarkan kejujuran, amanah, berbuat baik kepada orang tua, membantu sesama, menjaga lisan, memenuhi janji, serta menjauhi perbuatan zalim.
Allah SWT berfirman:
اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤئِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
“Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, berbuat kebajikan, dan memberikan bantuan kepada kerabat. Dia (juga) melarang perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pelajaran kepadamu agar kamu selalu ingat.”QS. An‑Nahl: 90
Dengan demikian, belajar Islam seharusnya tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi juga berusaha menerapkan ajaran tersebut dalam kehidupan sehari‑harinya.
Belajar Islam dari dasar membantu seseorang memahami agama secara bertahap.
Tanpa dasar yang kuat, seseorang dapat mengalami kesulitan ketika mempelajari persoalan agama yang lebih kompleks.
Urutan sederhana yang dapat digunakan oleh pemula adalah:
Tauhid → Rukun Islam → Rukun Iman → Al‑Qur’an → Shalat → Fiqih dasar → Akhlak → Hadis → Sejarah Islam → Pembahasan Islam yang lebih mendalam.
Urutan tersebut bukan satu‑satunya metode belajar. Setiap orang dapat menyesuaikannya dengan kebutuhan dan kemampuan masing‑masing.
Berikut beberapa langkah sederhana.
Mulailah dengan mengenal siapa Allah dan memahami makna syahadat.
Keduanya merupakan fondasi penting untuk memahami struktur dasar ajaran Islam.
Jika belum bisa membaca Al‑Qur’an, mulailah dari huruf hijaiyah, harakat, tajwid dasar, kemudian tingkatkan kemampuan secara bertahap.
Pelajari wudhu, syarat dan rukun shalat, bacaan shalat, serta tata cara pelaksanaannya berdasarkan dalil yang terpercaya.
Islam tidak hanya mengajarkan hubungan manusia dengan Allah, tetapi juga hubungan dengan manusia.
Ketika menemukan informasi agama di internet, periksa sumbernya. Untuk hadis, perhatikan sumber kitab dan status hadisnya. Untuk persoalan fikih yang lebih rinci, seseorang dapat berkonsultasi dengan ustaz atau ahli ilmu yang terpercaya.
Islam adalah agama yang mengajarkan manusia untuk tunduk dan berserah diri kepada Allah SWT serta menjalankan kehidupan berdasarkan petunjuk‑Nya.
Dasar utama Islam dapat dipahami melalui Rukun Islam dan Rukun Iman, dengan Al‑Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad ﷺ sebagai sumber utama ajaran.
Rukun Islam terdiri dari syahadat, shalat, zakat, puasa Ramadan, dan haji bagi yang mampu. Sementara Rukun Iman terdiri dari iman kepada Allah, malaikat, kitab‑kitab Allah, para rasul, hari akhir, serta qada dan qadar.
Bagi pemula, belajar Islam sebaiknya dilakukan secara bertahap, mulai dari tauhid, ibadah dasar, Al‑Qur’an, hadis, akhlak, dan kemudian memperluas pengetahuan ke berbagai bidang keislaman.
Semakin seseorang memahami dasar‑dasar Islam dengan sumber yang terpercaya, semakin mudah baginya untuk mempelajari ajaran Islam secara lebih mendalam.
Islam adalah agama yang mengajarkan manusia untuk beribadah kepada Allah SWT, menaati perintah‑Nya, menjauhi larangan‑Nya, serta mengikuti petunjuk yang disampaikan melalui Rasulullah ﷺ.
Dasar utama ajaran Islam adalah Al‑Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad ﷺ. Untuk memahami struktur dasar agama, umat Islam juga mempelajari Rukun Islam dan Rukun Iman.
Rukun Islam ada lima, yaitu syahadat, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadan, dan menunaikan haji bagi yang mampu.
Rukun Iman ada enam: iman kepada Allah, malaikat, kitab‑kitab Allah, rasul‑rasul Allah, hari akhir, serta qada dan qadar.
Tidak, Islam juga mengajarkan tentang akhlak, hubungan sosial, keluarga, muamalah, dan berbagai aspek kehidupan manusia sesuai syariat.
Orang yang baru belajar bisa mulai dengan tauhid dan syahadat, lalu belajar Rukun Islam, Rukun Iman, membaca Al‑Qur’an, tata cara shalat, akhlak, hadis, dan dasar‑dasar fikih sedikit demi sedikit.
Internal Link Azzamarfa.com Wajib Untuk Dibaca:
Surah Makkiyah · Juz 27 · 96 ayat سورة الواقعة Surat (56) Al-Waqi’ahHari Kiamat Yang Pasti Terjadi Putar Audio Surat Alwaqi...
10 Waktu Berdoa Paling Mustajab Waktu Doa Paling Mustajab (Dikabulkan), Lengkap dengan Dalil Al-Qur’an dan Hadist. Doa merupakan bagian dari i...
Surat Al-Waqi’ah: Pengertian, Fadhilah dan Manfaatnya Surat Al-Waqi’ah merupakan salah satu surat dalam Al-Qur’an yang menjelaskan tentang...
Amalan Bulan Ramadan yang Mendatangkan Pahala Besar Berserta Dalil, Bulan Ramadan adalah bulan yang mulia, penuh dengan berkah, penuh keampunan,...
Pengertian Sholat Jenazah Sholat jenazah adalah ibadah khusus yang dilakukan umat Islam untuk mendoakan seorang Muslim yang telah meninggal duni...

Mantabb