KATEGORI
  • Akhlak & Adab
  • Alqur'an
  • Belajar Islam
  • Do'a & Dzikir
  • Hadist
  • Haji & Umrah
  • Ibadah
  • Keluarga Muslim
  • Kisah Mualaf
  • Ramadhan
  • Sejarah Islam
  • Uncategorized
  • Video
  • 10 Waktu Berdoa Paling Mustajab

    • Sep 11 2026 • 309 Dilihat

    10 Waktu Berdoa Paling Mustajab

    Waktu Doa Paling Mustajab (Dikabulkan), Lengkap dengan Dalil Al-Qur’an dan Hadist.

    Doa merupakan bagian dari ibadah, berdoa setiap hari sangat penting bagi kehidupan seorang Muslim. Melalui doa, seorang hamba menyampaikan permohonan, harapan, rasa takut, dan kebutuhannya kepada Allah SWT.

    Islam mengajarkan seorang Muslim tidak hanya berdoa ketika menghadapi masalah dan kesusahan, tetapi juga nikmat hidup dalam kehidupan sehari-hari, karena Doa bukti kehambaan kita kepada Allah SWT serta rasa syukur atas nikmat dan keberkahan hidup.

    Dan tahukah Anda bahwa terdapat beberapa waktu doa paling mustajab yang dianjurkan dalam Islam? Pada waktu-waktu tertentu tersebut, seorang Muslim dianjurkan memperbanyak doa, sebagaimana anjuran yang tertulis dalam Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW.

    Waktu mustajab untuk berdoa dapat kita manfaatkan kesempatan tersebut untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memohon ampunan. Lantas, kapan saja waktu doa yang paling mustajab dan apa saja dalilnya? lanjutkan membaca sampai akhir

    Apa Arti Doa Mustajab?

    Secara sederhana, doa mustajab adalah doa yang mendapatkan pengabulan lebih cepat dari Allah SWT. Akan tetapi, pengabulan doa tidak selalu berarti Allah memberikan sesuatu persis seperti yang diminta oleh seorang hamba.

    Allah SWT memiliki pengetahuan yang sempurna mengenai apa yang terbaik bagi manusia. Karena itu, terkadang seseorang mendapatkan apa yang dimintanya, dan terkadang keburukan dijauhkan darinya, dan bisa jadi pahala doanya menjadi simpanan untuk kehidupan akhiratnya.

    Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

    وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

    Artinya:

    “Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi perintah-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.” (QS. Al-Baqarah: 186)

    Ayat tersebut menunjukkan betapa dekatnya Allah dengan hamba-Nya yang berdoa. Oleh sebab itu, jangan pernah menganggap doa sebagai sesuatu yang sia-sia.

    Waktu-waktu doa paling mustajab:


    1. Sepertiga Malam Terakhir

    Salah satu waktu doa paling mustajab adalah sepertiga malam terakhir. Waktu ini sangat istimewa karena biasanya suasana lebih tenang dan seorang Muslim dapat beribadah dengan lebih khusyuk.

    Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah ﷺ bersabda bahwa pada setiap malam Allah turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir, lalu menyeru siapa yang berdoa kepada-Nya, siapa yang meminta kepada-Nya, dan siapa yang memohon ampun kepada-Nya.

    Rasulullah ﷺ bersabda:

    يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ، فَيَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ، مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

    Artinya:

    “Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala turun setiap malam ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lalu Dia berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mengabulkannya? Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku akan memberinya? Siapa yang memohon ampun kepada-Ku, maka Aku akan mengampuninya?” (HR. Bukhari dan Muslim)

    Karena itu, sepertiga malam terakhir dapat dimanfaatkan untuk melaksanakan salat tahajud, membaca Al-Qur’an, beristighfar, dan memperbanyak doa.

    Baca Juga:  Panduan Lengkap Dzikir Petang

    Tidak harus selalu berdoa dengan kalimat yang panjang. Seorang Muslim dapat menyampaikan kebutuhan kepada Allah dengan bahasa yang dipahami selama tidak mengandung sesuatu yang bertentangan dengan syariat.

    2. Ketika Sedang Sujud

    Waktu mustajab berikutnya adalah ketika seorang Muslim sedang sujud dalam salat.

    Rasulullah ﷺ bersabda:

    أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ، فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ

    Artinya:

    “Keadaan seorang hamba yang paling dekat dengan Rabb-nya adalah ketika ia sedang sujud. Maka perbanyaklah doa.” (HR. Muslim)

    Hadis tersebut menunjukkan keutamaan berdoa ketika sujud. Sujud merupakan posisi yang menunjukkan kerendahan dan ketundukan seorang hamba kepada Allah SWT.

    Oleh karena itu, jangan terburu-buru bangkit dari sujud. Manfaatkan kesempatan tersebut untuk memohon ampunan, petunjuk, kesehatan, rezeki yang halal, keluarga yang baik, serta berbagai kebutuhan lainnya.

    3. Antara Azan dan Iqamah

    Antara azan dan iqamah juga termasuk waktu yang sangat dianjurkan untuk berdoa.

    Rasulullah ﷺ bersabda:

    الدُّعَاءُ لَا يُرَدُّ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالْإِقَامَةِ

    Artinya:

    “Doa tidak ditolak antara azan dan iqamah.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

    Hadis ini menjadi dasar bagi umat Islam untuk memperbanyak doa setelah mendengar azan hingga sebelum iqamah dikumandangkan.

    Banyak orang menghabiskan waktu antara azan dan iqamah dengan berbincang atau menggunakan telepon. Padahal, waktu tersebut dapat digunakan untuk berdoa dan berdzikir.

    Jika berada di masjid, seseorang dapat mengisi waktu tersebut dengan salat sunnah, membaca Al-Qur’an, berdzikir, kemudian berdoa kepada Allah SWT.

    4. Hari Jumat

    Hari Jumat merupakan hari yang memiliki banyak keutamaan bagi umat Islam. Salah satu keutamaannya adalah adanya waktu tertentu yang menjadi waktu mustajab untuk berdoa.

    Rasulullah ﷺ bersabda bahwa pada hari Jumat terdapat suatu waktu yang apabila seorang Muslim berdoa kepada Allah bertepatan dengan waktu tersebut, Allah akan memberikan apa yang dimintanya.

    إِنَّ فِي الْجُمُعَةِ لَسَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ، وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي، يَسْأَلُ اللَّهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ

    Artinya:

    “Sesungguhnya pada hari Jumat terdapat suatu waktu. Tidaklah seorang hamba Muslim bertepatan dengan waktu tersebut dalam keadaan memohon kepada Allah sesuatu, melainkan Allah akan memberikannya kepadanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    Para ulama memiliki beberapa pendapat mengenai kapan tepatnya waktu tersebut. Salah satu pendapat yang banyak dikenal adalah setelah salat Asar hingga menjelang Magrib.

    Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa pada hari Jumat, khususnya pada waktu-waktu yang memiliki keutamaan.

    Selain berdoa, hari Jumat juga merupakan waktu yang baik untuk memperbanyak membaca salawat kepada Nabi Muhammad ﷺ, membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan melakukan amal kebaikan.

    5. Ketika Turun Hujan

    Turunnya hujan juga menjadi salah satu waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak doa.

    Hujan merupakan rahmat Allah yang membawa manfaat bagi kehidupan manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan. Ketika hujan turun, seorang Muslim dapat berdoa memohon keberkahan dan manfaat dari hujan tersebut.

    Baca Juga:  Adab Berdoa dalam Islam: Panduan Lengkap Beserta Dalil Al-Qur'an dan Hadis

    Salah satu doa yang diajarkan Nabi ﷺ ketika hujan turun adalah:

    اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا

    “Ya Allah, jadikanlah hujan ini hujan yang bermanfaat.” (HR. Bukhari).

    Selain membaca doa tersebut, seorang Muslim juga dapat memohon berbagai kebaikan kepada Allah selama hujan turun.

    6. Saat Berbuka Puasa

    Waktu berbuka puasa juga merupakan kesempatan yang baik untuk memperbanyak doa.

    Seorang Muslim yang menjalankan ibadah puasa menahan lapar, haus, dan berbagai hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga matahari terbenam. Ketika waktu berbuka tiba, hendaknya tidak hanya memikirkan makanan dan minuman, tetapi juga menggunakan kesempatan tersebut untuk berdoa.

    Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa terdapat doa orang yang berpuasa ketika berbuka yang tidak tertolak.

    ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: الْإِمَامُ الْعَادِلُ، وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

    Artinya:

    “Tiga orang yang doanya tidak ditolak: pemimpin yang adil, orang yang berpuasa ketika berbuka, dan doa orang yang dizalimi.”

    (HR. Tirmidzi)

    Karena itu, sebelum menikmati hidangan berbuka, luangkan waktu untuk berdoa. Mintalah kepada Allah berbagai kebaikan dunia dan akhirat.

    Doa tersebut dapat mencakup permohonan ampunan, kesehatan, rezeki halal, keluarga yang harmonis, kemudahan dalam pekerjaan, serta keselamatan dunia dan akhirat.

    7. Saat Lailatul Qadar

    Bagi umat Islam, bulan Ramadan memiliki banyak kesempatan untuk meningkatkan ibadah. Salah satu malam yang paling istimewa adalah Lailatul Qadar.

    Allah SWT berfirman:

    إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

    “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan.” (QS. Al-Qadr: 1)

    Rasulullah ﷺ mengajarkan doa berikut:

    اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

    “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan menyukai sifat pemaaf, maka maafkanlah aku.” (HR. Tirmidzi)

    Karena waktu pasti Lailatul Qadar tidak diketahui secara pasti, umat Islam dianjurkan bersungguh-sungguh beribadah pada malam-malam terakhir Ramadan, terutama malam-malam ganjil.

    8. Saat Menghadapi Kesulitan

    Ketika mendapatkan ujian dan kesulitan, seorang Muslim dianjurkan memperbanyak doa dan tidak berputus asa dari rahmat Allah.

    Allah SWT berfirman:

    قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

    artinya:

    Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar: 53)

    Kesulitan hidup dapat menjadi sarana bagi seorang Muslim untuk semakin dekat kepada Allah. Ketika usaha manusia memiliki keterbatasan, doa menjadi salah satu bentuk ketergantungan kepada Allah.

    Namun, doa hendaknya disertai ikhtiar. Seorang Muslim tidak cukup hanya berdoa tanpa berusaha memperbaiki keadaan.

    9. Doa Orang yang Dizalimi

    Islam memberikan perhatian khusus kepada doa orang yang mengalami kezaliman.

    Rasulullah ﷺ memperingatkan umatnya agar berhati-hati terhadap doa orang yang dizalimi karena tidak ada penghalang antara doa tersebut dengan Allah.

    وَاتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ، فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ اللَّهِ حِجَابٌ

    Artinya:

    “Takutlah terhadap doa orang yang dizalimi, karena sesungguhnya tidak ada penghalang antara doa tersebut dengan Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    10. Doa setelah tasyahud akhir sebelum salam

    Setelah tasyahud akhir dan sebelum salam, Nabi ﷺ mengajarkan agar kita memohon perlindungan kepada Allah dari empat perkara, kemudian boleh berdoa dengan doa-doa yang kita kehendaki.

    Baca Juga:  Panduan Lengkap Dzikir Pagi

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

    Artinya:

    “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari azab Jahannam, dari azab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, serta dari keburukan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal.”

    Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

    إِذَا تَشَهَّدَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنْ أَرْبَعٍ، يَقُولُ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ…

    “Apabila salah seorang di antara kalian telah selesai bertasyahud, hendaklah ia berlindung kepada Allah dari empat perkara. Ia mengucapkan: ‘Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari azab Jahannam…’” HR. Muslim no. 588.

    Kapan berdoa?

    Urutannya dalam shalat adalah:

    Tasyahud akhir → membaca shalawat kepada Nabi ﷺ → membaca doa perlindungan dari empat perkara → berdoa dengan doa yang diinginkan → salam.

    Nabi ﷺ juga bersabda:

    ثُمَّ لْيَتَخَيَّرْ مِنَ الدُّعَاءِ أَعْجَبَهُ إِلَيْهِ فَيَدْعُو

    “Kemudian hendaklah ia memilih doa yang paling ia sukai, lalu berdoa dengannya.” HR. Bukhari no. 835 dan Muslim no. 402.

    Jadi, waktu sebelum salam setelah tasyahud akhir merupakan waktu yang sangat dianjurkan untuk berdoa dalam shalat. Selain doa perlindungan dari empat perkara di atas, seseorang dapat memohon ampunan, rezeki, kebaikan dunia dan akhirat, perlindungan dari kesulitan, serta kebutuhan lainnya yang baik dan tidak bertentangan dengan syariat.

    Dengan mengetahui waktu-waktu doa paling mustajab, seorang Muslim dapat lebih semangat memanfaatkan setiap kesempatan untuk memohon kepada Allah SWT. Waktu seperti sepertiga malam terakhir, ketika sujud, antara azan dan iqamah, hari Jumat, ketika hujan, saat berbuka puasa, dan malam Lailatul Qadar merupakan kesempatan berharga untuk memperbanyak doa.

    Namun, doa tidak hanya dilakukan pada waktu-waktu tertentu. Seorang Muslim dianjurkan untuk senantiasa berdoa dalam keadaan lapang maupun sempit, ketika bahagia maupun ketika sedang menghadapi kesulitan.

    Berdoalah dengan penuh keyakinan, keikhlasan, kesabaran, dan tawakal. Sertai doa dengan usaha yang baik dan jauhi hal-hal yang dapat menghalangi keberkahan doa. Sebab, Allah SWT Maha Mendengar setiap doa yang dipanjatkan oleh hamba-Nya.


    Jangan Berputus Asa dalam Berdoa — QS. Ghafir Ayat 60

    Allah SWT berfirman:

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

    Artinya:

    “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk ke neraka Jahanam dalam keadaan hina.” (QS. Ghafir: 60)

    Allah Mengetahui Apa yang Terbaik — QS. Al-Baqarah Ayat 216

    Allah SWT berfirman:

    وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

    Artinya:

    “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216)


    Kitab-Kitab Hadis yang Digunakan

    1. Shahih al-Bukhari — karya Imam Abu Abdillah Muhammad bin Ismail al-Bukhari.
    2. Shahih Muslim — karya Imam Abul Husain Muslim bin al-Hajjaj.
    3. Sunan Abi Dawud — karya Imam Abu Dawud Sulaiman bin al-Asy’ats as-Sijistani.
    4. Jami’ at-Tirmidzi — karya Imam Abu Isa Muhammad bin Isa at-Tirmidzi.

    Catatan Penting untuk Penulisan Artikel

    Nomor hadis dapat berbeda pada sebagian edisi cetak atau sistem penomoran kitab hadis. Karena itu, untuk artikel internet sebaiknya mencantumkan nama kitab, kitab/bab, dan nomor hadis, bukan hanya nomor hadis.

    Untuk ayat Al-Qur’an, gunakan format nama surah + nomor ayat, misalnya QS. Al-Baqarah [2]:186.

    Share to

    Other News

    urat Al-Waqi’ah lengkap dengan teks Arab, latin, arti bahasa Indonesia, dan audio MP3

    Surat Al-Waqi’ah & Artinya


    Surah Makkiyah · Juz 27 · 96 ayat سورة الواقعة Surat (56) Al-Waqi’ahHari Kiamat Yang Pasti Terjadi Putar Audio Surat Alwaqi&#...

    13 Oct 2026

    Amalan Bulan Ramadan


    Amalan Bulan Ramadan yang Mendatangkan Pahala Besar Berserta Dalil, Bulan Ramadan adalah bulan yang mulia, penuh dengan berkah, penuh keampunan,...

    08 Sep 2026
    5 rukun Islam dan penjelasannya untuk pemula

    5 Rukun Islam dan Penjelasannya


    5 Rukun Islam dan Penjelasannya 5 Rukun Islam dan Penjelasannya Lengkap bagi pemula pembelajar agama islam, Rukun Islam merupakan lima dasar uta...

    01 Oct 2026
    panduan sholat tahajjud

    Panduan Sholat Tahajjud Dari Niat Hingga Salam


    Shalat tahajjud adalah satu diantara sekian banyak ibadah sunnah yang “sangat” dianjurkan dalam Islam. lazimnya Sholat Tahajjud dila...

    08 Sep 2026
    tata cara sholat jenazah

    Panduan Lengkap Sholat Jenazah


    Tata Cara Sholat Jenazah Lengkap: Niat, Bacaan, Doa, dan Dalilnya Sholat jenazah merupakan ibadah yang dilakukan umat Islam untuk mendoakan seor...

    10 Oct 2026
    adab berdoa dalam Islam

    Adab Berdoa dalam Islam: Panduan Lengkap Besert...


    Doa merupakan salah satu ibadah yang sangat penting dalam kehidupan seorang Muslim. Melalui doa, seorang hamba menyampaikan permohonan, mengaduk...

    11 Sep 2026

    Kategori Artikel

    back to top