M. Azzam Arfa • Sep 11 2026 • 270 Dilihat

Daftar Isi
Doa merupakan salah satu ibadah yang sangat penting dalam kehidupan seorang Muslim. Melalui doa, seorang hamba menyampaikan permohonan, mengadukan kesulitan, memohon ampunan, serta meminta pertolongan kepada Allah SWT. Namun, Islam tidak hanya mengajarkan tentang pentingnya berdoa, tetapi juga mengajarkan adab berdoa agar seorang Muslim memohon kepada Allah dengan cara yang baik dan sesuai tuntunan syariat.
Memahami adab berdoa dalam Islam sangat penting karena doa bukan sekadar rangkaian kata-kata. Doa merupakan bentuk penghambaan kepada Allah SWT sekaligus bukti bahwa manusia menyadari dirinya lemah dan membutuhkan pertolongan dari Rabb semesta alam.
Allah SWT berfirman: QS. Ghafir: 60
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
“Dan Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk Neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.’”
Ayat tersebut menunjukkan bahwa doa memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam Islam. Karena itu, seorang Muslim hendaknya mengetahui bagaimana cara berdoa yang baik, kapan waktu yang utama untuk berdoa, serta hal-hal yang harus dihindari ketika berdoa.
Apa yang Dimaksud dengan Adab Berdoa?
Adab berdoa adalah sikap, tata cara, dan etika yang sebaiknya diperhatikan seorang Muslim ketika memohon kepada Allah SWT.
Adab tersebut mencakup keikhlasan, kerendahan hati, keyakinan, memilih waktu yang baik, memuji Allah, bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW, menjaga makanan dan penghasilan tetap halal, serta tidak tergesa-gesa mengharapkan terkabulnya doa.
Adab dalam berdoa bukan berarti Allah hanya akan mengabulkan doa jika seseorang memenuhi seluruh tata cara tersebut. Allah Maha Mendengar doa hamba-Nya. Akan tetapi, mengikuti adab yang diajarkan Islam merupakan bentuk penghormatan dan kesungguhan seorang hamba ketika beribadah kepada Allah SWT.
15 Adab Berdoa dalam Islam yang Perlu Diketahui
Berikut beberapa adab berdoa dalam Islam beserta dalil Al-Qur’an dan hadis yang dapat dijadikan pedoman.
Adab doa yang paling utama adalah ikhlas. Seorang Muslim harus meyakini bahwa hanya Allah SWT yang berhak disembah dan hanya Allah yang memiliki kekuasaan mutlak untuk mengabulkan doa.
Allah SWT berfirman: (QS. Ghafir: 14)
فَادْعُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ
“Maka berdoalah kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya.”
Ketika berdoa, jangan menjadikan doa sebagai sarana untuk mendapatkan pujian manusia. Berdoalah karena membutuhkan Allah dan mengharapkan rahmat-Nya.
Salah satu adab berdoa yang diajarkan Rasulullah SAW adalah memulai doa dengan memuji Allah SWT.
Seseorang dapat mengawali doanya dengan membaca:
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
“Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.”
Dalam hadis tentang seorang laki-laki yang berdoa, Rasulullah SAW mengajarkan agar seseorang terlebih dahulu memuji Allah dan kemudian bershalawat kepada Nabi sebelum menyampaikan permohonannya.
(HR. Abu Dawud no. 1481 dan Tirmidzi no. 3477)
Hal ini menunjukkan bahwa memuji Allah merupakan bagian dari adab yang baik ketika berdoa.
Setelah memuji Allah, dianjurkan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Allah SWT berfirman:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”
(QS. Al-Ahzab: 56)
Oleh karena itu, salah satu susunan doa yang baik adalah memuji Allah, membaca shalawat, kemudian menyampaikan permohonan.
Doa hendaknya dilakukan dengan hati yang tunduk dan penuh kerendahan diri.
Allah SWT berfirman:
ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ
“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”
(QS. Al-A’raf: 55)
Ayat tersebut mengajarkan bahwa seorang Muslim hendaknya tidak sombong ketika berdoa. Sebaliknya, ia menyadari bahwa dirinya adalah makhluk yang lemah dan sangat membutuhkan pertolongan Allah.
Mengangkat kedua tangan termasuk salah satu adab berdoa yang terdapat dalam hadis Nabi Muhammad SAW.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya Allah Maha Pemalu lagi Maha Pemurah. Dia malu apabila seseorang mengangkat kedua tangannya kepada-Nya lalu mengembalikannya dalam keadaan kosong.”
(HR. Abu Dawud no. 1488 dan Tirmidzi no. 3556)
Mengangkat tangan hendaknya dilakukan sesuai dengan keadaan doa. Sebab, terdapat beberapa doa yang memiliki tata cara khusus, terutama doa yang dilakukan di dalam salat.
Seorang Muslim hendaknya berdoa dengan keyakinan bahwa Allah SWT mendengar dan mampu memberikan apa yang diminta.
Rasulullah SAW bersabda:
“Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan.”
(HR. Tirmidzi no. 3479)
Keyakinan dalam doa bukan berarti memaksa Allah memberikan sesuatu sesuai keinginan manusia. Seorang Muslim tetap harus menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah.
Allah mengetahui apa yang tidak diketahui manusia.
Kesabaran merupakan bagian penting dalam berdoa.
Rasulullah SAW bersabda:
“Akan dikabulkan doa salah seorang di antara kalian selama ia tidak tergesa-gesa.”
Para sahabat bertanya tentang tergesa-gesa tersebut, kemudian dijelaskan bahwa seseorang mengatakan, “Aku telah berdoa tetapi doaku belum dikabulkan.”
(HR. Bukhari no. 6340 dan Muslim no. 2735)
Karena itu, jangan berhenti berdoa hanya karena permintaan belum terwujud. Bisa jadi Allah menunda pemberian tersebut sampai waktu yang lebih baik.
Islam mengajarkan agar seorang Muslim tidak berlebihan dalam mengeraskan suara ketika berdoa.
Allah SWT berfirman:
ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً
“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut.”
(QS. Al-A’raf: 55)
Berdoa dengan suara lembut dapat membantu seseorang lebih khusyuk dan menunjukkan sikap rendah hati di hadapan Allah SWT.
Salah satu hal yang penting diketahui adalah adanya waktu-waktu yang memiliki keutamaan untuk berdoa.
Di antaranya:
Rasulullah SAW bersabda:
“Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala turun setiap malam ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Dia berfirman: ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan untuknya. Siapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku beri. Siapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni.”
(HR. Bukhari no. 1145 dan Muslim no. 758)
Hadis tersebut menjadi salah satu dalil mengenai keutamaan berdoa pada sepertiga malam terakhir.
Allah SWT memiliki nama-nama yang indah. Seorang Muslim dianjurkan berdoa dengan menyebut nama Allah yang sesuai dengan permohonannya.
Allah berfirman:
وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَا
“Dan Allah memiliki Asmaul Husna (nama-nama yang terbaik), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebutnya.”
(QS. Al-A’raf: 180)
Misalnya, ketika memohon ampunan, seorang Muslim dapat memohon kepada Allah Yang Maha Pengampun. Ketika memohon rahmat, ia dapat menyebut sifat rahmat Allah.
Sebelum dan setelah berdoa, seorang Muslim hendaknya memperbanyak istighfar dan memohon ampun kepada Allah.
Allah SWT berfirman tentang Nabi Nuh AS:
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا
“Maka aku berkata kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sungguh, Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu.’”
(QS. Nuh: 10–11)
Istighfar merupakan bentuk penghambaan kepada Allah dan menjadi sebab datangnya rahmat serta pertolongan-Nya.
Hal yang sangat penting dalam kehidupan seorang Muslim adalah menjaga makanan, minuman, pakaian, dan penghasilan dari sesuatu yang haram.
Rasulullah SAW menjelaskan tentang seseorang yang melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut dan berdebu, kemudian mengangkat tangannya ke langit sambil berdoa. Namun makanan dan minumannya berasal dari sesuatu yang haram.
Kemudian Rasulullah SAW bersabda:
“Maka bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan?”
(HR. Muslim no. 1015)
Hadis tersebut menjadi peringatan agar seorang Muslim memperhatikan sumber rezekinya.
Seorang Muslim hendaknya hanya meminta sesuatu yang baik dan dibenarkan syariat.
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidaklah seorang Muslim berdoa kepada Allah dengan suatu doa, kecuali Allah akan memberikan apa yang dimintanya atau menghindarkan darinya keburukan yang semisal, selama ia tidak berdoa untuk suatu dosa atau memutus silaturahmi.”
(HR. Tirmidzi no. 3573)
Oleh karena itu, jangan menjadikan doa sebagai sarana untuk meminta sesuatu yang haram, melakukan kezaliman, atau memutus hubungan silaturahmi.
Doa seorang Muslim sebaiknya tidak hanya berisi permintaan duniawi.
Islam mengajarkan doa yang mencakup kebaikan dunia dan akhirat.
Allah SWT berfirman:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.”
(QS. Al-Baqarah: 201)
Doa ini sangat lengkap karena mencakup kebutuhan manusia di dunia sekaligus keselamatan di akhirat.
Setelah berdoa, seorang Muslim harus bertawakal kepada Allah.
Tawakal berarti menyerahkan hasil kepada Allah setelah melakukan ikhtiar yang benar.
Allah SWT berfirman:
وَعَلَى اللَّهِ فَتَوَكَّلُوا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
“Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakal, jika kamu orang-orang beriman.”
(QS. Al-Ma’idah: 23)
Doa dan ikhtiar seharusnya berjalan bersama. Seseorang tidak cukup hanya berdoa tanpa berusaha, dan tidak seharusnya hanya mengandalkan usaha tanpa meminta pertolongan Allah.
Secara praktis, berikut urutan yang dapat dilakukan ketika berdoa:
Pertama, bersihkan hati dan niatkan doa hanya untuk Allah.
Kedua, jika memungkinkan, menghadap kiblat.
Ketiga, angkat kedua tangan dalam keadaan yang sesuai.
Keempat, mulai dengan memuji Allah SWT.
Kelima, membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Keenam, memohon ampun kepada Allah atas dosa-dosa.
Ketujuh, menyampaikan permohonan dengan penuh kerendahan hati.
Kedelapan, berdoa dengan keyakinan dan tidak tergesa-gesa.
Kesembilan, memohon kebaikan dunia dan akhirat.
Kesepuluh, tutup doa dengan pujian kepada Allah dan shalawat, kemudian bertawakal kepada-Nya.
Perlu dipahami bahwa urutan tersebut merupakan panduan adab. Tidak semua unsur harus selalu dilakukan dalam setiap doa, terutama karena terdapat berbagai keadaan dan bentuk doa yang memiliki tuntunan khusus.
Salah satu doa yang sangat dianjurkan adalah:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.”
(QS. Al-Baqarah: 201)
Selain itu, terdapat doa:
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ
“Ya Tuhanku, ampunilah aku, kedua orang tuaku, dan orang-orang mukmin pada hari diadakan perhitungan.”
(QS. Ibrahim: 41)
Doa-doa yang terdapat dalam Al-Qur’an memiliki keutamaan karena berasal dari wahyu Allah SWT dan mengandung permohonan yang sangat baik.
Pertanyaan yang sering muncul adalah: mengapa doa belum dikabulkan padahal sudah berulang kali berdoa?
Seorang Muslim tidak boleh langsung beranggapan bahwa Allah tidak mendengar doanya. Allah SWT berfirman:
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku.”
(QS. Al-Baqarah: 186)
Terkabulnya doa juga tidak selalu berarti seseorang mendapatkan persis apa yang dimintanya pada waktu yang diinginkannya.
Allah memiliki ilmu yang sempurna. Sesuatu yang diinginkan manusia belum tentu baik baginya.
Allah SWT berfirman:
وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah: 216)
Karena itu, teruslah berdoa dan jangan berputus asa dari rahmat Allah.
Ada beberapa hal yang sebaiknya dihindari ketika berdoa, antara lain:
Seorang Muslim hendaknya menjaga keseimbangan antara doa, ikhtiar, kesabaran, dan tawakal.
Adab berdoa dalam Islam merupakan hal penting yang perlu diketahui setiap Muslim. Doa bukan hanya aktivitas meminta sesuatu kepada Allah, tetapi juga merupakan ibadah yang menunjukkan ketundukan seorang hamba kepada Rabb-nya.
Di antara adab doa yang penting adalah ikhlas kepada Allah, memuji-Nya, bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW, merendahkan diri, mengangkat tangan dalam keadaan yang sesuai, berdoa dengan penuh keyakinan, tidak tergesa-gesa, memilih waktu yang utama, menjaga makanan dan penghasilan halal, memperbanyak istighfar, serta tidak berdoa untuk sesuatu yang haram atau berdosa.
Allah SWT telah menjanjikan:
ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.”
(QS. Ghafir: 60)
Karena itu, jangan pernah berhenti berdoa. Ketika mendapatkan apa yang diinginkan, bersyukurlah. Ketika doa belum terkabul, bersabarlah. Dan ketika menghadapi kesulitan, teruslah memohon pertolongan Allah.
Semoga Allah SWT menerima doa-doa kita, mengampuni dosa-dosa kita, memberikan kebaikan di dunia dan akhirat, serta menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang selalu bergantung kepada-Nya.
FAQ: Pertanyaan Seputar Adab Berdoa dalam Islam
Adab yang paling utama adalah mengikhlaskan doa hanya kepada Allah SWT. Setelah itu, seorang Muslim dianjurkan memuji Allah, bershalawat kepada Nabi, merendahkan diri, dan berdoa dengan penuh keyakinan.
Mengangkat tangan bukan syarat wajib agar doa diterima. Namun, mengangkat tangan merupakan salah satu adab doa yang memiliki dasar dari hadis Nabi Muhammad SAW.
Salah satu waktu yang sangat utama adalah sepertiga malam terakhir. Selain itu, terdapat waktu-waktu lain yang memiliki keutamaan berdasarkan hadis, seperti ketika sujud dan antara azan dan iqamah.
Seorang Muslim tidak boleh berputus asa. Allah mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya. Terkadang permintaan diberikan sesuai yang dimohon, terkadang ditunda, atau Allah memberikan sesuatu yang lebih baik dan menghindarkan keburukan.
Dalam doa di luar shalat, seseorang boleh berdoa dengan bahasa yang ia pahami. Adapun doa di dalam salat memiliki pembahasan fikih tersendiri dan sebaiknya mengikuti tuntunan yang sesuai dengan kondisi serta pendapat ulama yang diikuti.
Hadis riwayat Muslim no. 1015 menunjukkan bahwa makanan, minuman, pakaian, dan penghasilan yang haram menjadi penghalang yang sangat serius bagi terkabulnya doa. Karena itu, seorang Muslim harus berusaha mendapatkan rezeki yang halal.
Boleh. Bahkan mendoakan kebaikan bagi sesama Muslim merupakan amalan yang baik. Seorang Muslim juga dianjurkan mendoakan kedua orang tua, keluarga, dan kaum Muslimin.
Tidak. Doa tidak harus panjang. Yang terpenting adalah ketulusan, keikhlasan, dan isi doa yang baik serta sesuai dengan syariat. Banyak doa yang diajarkan Al-Qur’an dan sunnah justru singkat tetapi memiliki makna yang sangat luas.
Surah Makkiyah · Juz 27 · 96 ayat سورة الواقعة Surat (56) Al-Waqi’ahHari Kiamat Yang Pasti Terjadi Putar Audio Surat Alwaqi...
Panduan Lengkap Dzikir Pagi Dzikir pagi adalah amalan mulia yang dicontohkan Rasulullah SAW sebagai benteng perlindungan, pembuka pintu rezeki, ...
Tata Cara Lengkap Sholat Ashar dari Niat Hingga Salam Sholat Ashar merupakan salah satu dari lima sholat wajib yang dikerjakan oleh setiap musli...
6 Rukun Iman dan Penjelasannya dalam Islam Memahami rukun iman adalah langkah penting bagi setiap Muslim yang ingin mengenal Islam dengan lebih ...
Surat Al-Waqi’ah: Pengertian, Fadhilah dan Manfaatnya Surat Al-Waqi’ah merupakan salah satu surat dalam Al-Qur’an yang menjelaskan tentang...
Dzikir petang adalah ibadah yang dicontohkan Rasulullah SAW sebagai sarana menutup hari dengan perlindungan Allah SWT. Amalan ini berfungsi seba...
