KATEGORI
  • Akhlak & Adab
  • Alqur'an
  • Belajar Islam
  • Do'a & Dzikir
  • Hadist
  • Haji & Umrah
  • Ibadah
  • Keluarga Muslim
  • Kisah Mualaf
  • Ramadhan
  • Sejarah Islam
  • Uncategorized
  • Video
  • Panduan Sholat Tahajjud Dari Niat Hingga Salam

    • Sep 08 2026 • 353 Dilihat

    panduan sholat tahajjud

    Shalat tahajjud adalah satu diantara sekian banyak ibadah sunnah yang “sangat” dianjurkan dalam Islam. lazimnya Sholat Tahajjud dilakukan pada malam hari setelah bangun dari tidur,

    Bagi sebagian orang, bangun pada malam hari mungkin terasa berat. Namun, ketika dilakukan secara bertahap dan istiqamah, shalat tahajjud dapat menjadi amalan yang sangat berharga dan mulia.

    Ayat Al-Qur’an secara khusus menyebutkan perintah kepada Nabi Muhammad ﷺ untuk melaksanakan Sholat tahajjud pada sebagian malam.

    Allah SWT berfirman:

    وَمِنَ ٱلَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِۦ نَافِلَةًۭ لَّكَ عَسَىٰٓ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًۭا مَّحْمُودًۭا

    “Dan pada sebahagian malam, bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji”
    QS. Al-Isra’ ayat 79.

    Ayat tersebut diatas menjadi salah satu dalil yang menunjukan begitu mulia dan pentingnya shalat tahajjud bagi setiap muslim dan muslimah.

    Baca Juga:  Panduan Lengkap Sholat Jenazah

    Apa Itu Shalat Tahajjud?

    Secara umum, shalat tahajjud adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada malam hari setelah bangun tidur.

    Kata tahajjud berkaitan dengan aktivitas pada malam hari untuk melaksanakan ibadah Sholat. Karena itu, shalat tahajjud berbeda dari sekadar shalat sunnah yang dilakukan sebelum tidur.

    Dalam praktiknya, seseorang dapat tidur terlebih dahulu setelah shalat Isya, kemudian bangun sebelum Subuh untuk melaksanakan shalat tahajud.

    Waktu Terbaik untuk Shalat Tahajud

    Waktu shalat tahajud adalah pada malam hari setelah seseorang tidur dan bangun kembali untuk melaksanakan shalat.

    Secara umum, waktunya berlangsung setelah shalat Isya hingga sebelum masuk waktu Subuh.

    Namun, waktu yang sangat utama untuk berdoa dan beribadah adalah sepertiga malam terakhir.

    Rasulullah ﷺ bersabda:

    يَنْزِلُ رَبُّنَا كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

    “Rabb kita turun ke langit dunia setiap malam ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lalu Dia berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan; siapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku beri; dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni.”

    HR. Tirmidzi no. 3498; dinilai sahih pada sumber tersebut.

    Baca Juga:  Infografis: Tata Cara Sholat Jenazah Lengkap: Niat, Bacaan, Doa, dan Dalilnya

    Hadis serupa juga diriwayatkan dalam Shahih Muslim no. 758b.

    وَحَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ، – وَهُوَ ابْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْقَارِيُّ – عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏”‏ يَنْزِلُ اللَّهُ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا كُلَّ لَيْلَةٍ حِينَ يَمْضِي ثُلُثُ اللَّيْلِ الأَوَّلُ فَيَقُولُ أَنَا الْمَلِكُ أَنَا الْمَلِكُ مَنْ ذَا الَّذِي يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ ذَا الَّذِي يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ ذَا الَّذِي يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ فَلاَ يَزَالُ كَذَلِكَ حَتَّى يُضِيءَ الْفَجْرُ ‏”‏ ‏.

    Karena itu, sepertiga malam terakhir merupakan waktu yang sangat baik untuk melaksanakan shalat malam sekaligus memperbanyak doa dan istighfar.

    Cara Menentukan Sepertiga Malam Terakhir

    Untuk mengetahui sepertiga malam terakhir, waktu antara Maghrib sampai terbit fajar/Subuh dapat dibagi menjadi tiga bagian.

    Sebagai contoh, apabila rentang malam berlangsung sekitar 9 jam, maka setiap sepertiga kurang lebih 3 jam.

    Dengan demikian:

    • Sepertiga pertama: 3 jam pertama.
    • Sepertiga kedua: 3 jam berikutnya.
    • Sepertiga terakhir: 3 jam terakhir sebelum Subuh.
    Baca Juga:  Amalan Bulan Ramadan

    Waktu sebenarnya berbeda-beda sesuai lokasi dan tanggal. Karena itu, seseorang dapat melihat jadwal shalat setempat untuk menentukan waktu yang tepat.

    Niat Shalat Tahajud

    Niat merupakan bagian penting dalam ibadah. Tempat niat adalah di dalam hati.

    Bagi masyarakat Indonesia, niat shalat tahajud sering dilafalkan:

    أُصَلِّي سُنَّةَ التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

    Ushallii sunnatat-tahajjudi rak‘ataini lillaahi ta‘aalaa.

    Artinya:

    “Aku berniat shalat sunnah tahajud dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

    Perlu dipahami bahwa melafalkan niat dengan bahasa Arab bukanlah syarat sah tersendiri. Yang terpenting adalah adanya niat di dalam hati untuk melaksanakan shalat tahajud karena Allah SWT.

    Panduan Tata Cara Shalat Tahajud dari Takbir Hingga Salam

    Berapa Rakaat Shalat Tahajud?

    Shalat malam dilakukan dua rakaat-dua rakaat, berdasarkan sabda Rasulullah ﷺ:

    حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ، قَالَ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، قَالَ أَخْبَرَنِي سَالِمُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ ـ رضى الله عنهما ـ قَالَ إِنَّ رَجُلاً قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ، كَيْفَ صَلاَةُ اللَّيْلِ قَالَ ‏”‏ مَثْنَى مَثْنَى، فَإِذَا خِفْتَ الصُّبْحَ فَأَوْتِرْ بِوَاحِدَةٍ ‏”‏‏

    “Shalat malam itu dua rakaat-dua rakaat…”

    HR. Bukhari no. 1137.

    Karena itu, seseorang dapat melaksanakan:

    • 2 rakaat,
    • 4 rakaat,
    • 6 rakaat,
    • 8 rakaat,

    dan seterusnya sesuai kemampuan, kemudian menutup shalat malam dengan witir.

    Dalam riwayat lain, terdapat keterangan mengenai shalat malam Nabi ﷺ sebanyak 11 rakaat, sedangkan riwayat Zaid bin Khalid dalam Muwatta Malik menyebut 13 rakaat dalam satu praktik yang mencakup witir.

    Hal ini menunjukkan adanya variasi dalam praktik dalam shalat malam.

    Bagi pemula, dua rakaat terlebih dahulu sudah merupakan langkah yang baik. Jangan sampai keinginan melakukan banyak rakaat justru membuat seseorang tidak mampu istiqamah.


    Apakah Shalat Tahajud Harus Ditutup dengan Witir?

    Shalat witir merupakan penutup shalat malam yang sangat dianjurkan.

    Rasulullah ﷺ bersabda:

    “…ketika kalian khawatir masuk waktu Subuh, maka witirlah dengan satu rakaat.”

    HR. Bukhari no. 1137.

    Karena itu, setelah menyelesaikan shalat tahajjud, hendaknya diakhiri dengan shalat witir.

    Jumlah witir dapat berbeda sesuai tuntunan yang dipilih. Salah satu bentuknya adalah satu rakaat setelah shalat malam.


    Doa Setelah Shalat Tahajud

    Tidak ada satu doa khusus yang wajib dibaca setelah shalat tahajud.

    Seorang Muslim boleh berdoa menggunakan doa-doa yang diajarkan Nabi ﷺ maupun doa lain yang baik.

    Salah satu doa Al-Qur’an yang sangat baik untuk diamalkan adalah:

    رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanatan wa fil-aakhirati hasanatan wa qinaa ‘adzaaban-naar.

    Artinya:

    “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.”

    QS. Al-Baqarah: 201.

    Selain itu, manfaatkan juga waktu malam untuk memohon ampunan, meminta keteguhan iman, memohon rezeki yang halal, mendoakan keluarga, serta memohon kebaikan dunia dan akhirat.

    Tahajud Bukan Hanya untuk Meminta Keinginan

    Sebagian orang mengenal shalat tahajud terutama sebagai sarana untuk memohon rezeki, jodoh, pekerjaan, atau berbagai keinginan. Berdoa untuk kebutuhan dunia tentu diperbolehkan selama sesuai dengan tuntunan Islam.

    Namun, makna tahajjud jauh lebih luas. Ibadah ini merupakan bentuk penghambaan kepada Allah.

    Seorang Muslim hendaknya tidak menjadikan tahajud hanya sebagai “alat” untuk mendapatkan sesuatu. Tahajud seharusnya menjadi bagian dari hubungan yang tulus antara manusia dan Allah.

    Ketika hati semakin dekat kepada Allah, seseorang akan belajar menerima hasil setelah berusaha dan berdoa. Jika keinginannya terwujud, ia bersyukur. Jika belum terwujud, ia belajar bersabar dan tetap berprasangka baik kepada Allah.


    Tips Agar Istiqamah Shalat Tahajud

    Banyak orang ingin melaksanakan tahajud tetapi kesulitan bangun malam. Berikut beberapa cara sederhana yang dapat dicoba.

    Tidur lebih awal

    Kurangi kebiasaan begadang agar tubuh mendapatkan waktu istirahat yang cukup.

    Pasang alarm

    Letakkan alarm pada jarak tertentu sehingga Anda harus bangun untuk mematikannya.

    Mulai dari dua rakaat

    Jangan memaksakan diri langsung melakukan banyak rakaat. Dua rakaat yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi awal yang baik.

    Jangan terlalu banyak makan sebelum tidur

    Makan terlalu banyak pada malam hari dapat membuat tubuh terasa berat ketika hendak bangun.

    Perbanyak niat dan doa

    Mintalah kepada Allah agar diberikan kemudahan untuk bangun dan beribadah pada malam hari.

    Jadikan kebiasaan

    Jika dilakukan secara rutin, tubuh akan perlahan terbiasa dengan jadwal bangun malam.


    Kesalahan yang Perlu Dihindari

    Dalam melaksanakan shalat tahajjud, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

    Pertama, jangan menganggap bahwa shalat tahajjud harus dilakukan dengan jumlah rakaat tertentu yang tidak boleh berbeda. Hadis menunjukkan bahwa shalat malam dilakukan dua rakaat-dua rakaat dan terdapat variasi dalam praktik Nabi ﷺ.

    Kedua, jangan menganggap ada surah tertentu yang wajib dibaca dalam tahajud. Setelah Al-Fatihah, seseorang dapat membaca ayat atau surah Al-Qur’an yang mudah baginya.

    Ketiga, jangan menjadikan tahajud sebagai beban. Ibadah sunnah hendaknya dilakukan dengan kemampuan yang dimiliki dan diusahakan istiqamah.

    Keempat, jangan mengabaikan shalat wajib karena mengejar shalat sunnah. Shalat lima waktu tetap menjadi kewajiban utama.



    FAQ Seputar Shalat Tahajud

    1. Apakah shalat tahajud harus tidur terlebih dahulu?

    Secara istilah, tahajud berkaitan dengan bangun dari tidur pada malam hari untuk melakukan shalat. Karena itu, orang yang ingin mengerjakan tahajud sebaiknya tidur terlebih dahulu kemudian bangun untuk shalat.

    2. Apakah boleh shalat tahajud hanya dua rakaat?

    Boleh. Shalat malam dilakukan dua rakaat-dua rakaat berdasarkan hadis Nabi ﷺ.

    3. Apakah setelah tahajud harus shalat witir?

    Witir merupakan penutup shalat malam yang sangat dianjurkan. Hadis Bukhari menjelaskan agar shalat malam ditutup dengan witir ketika khawatir masuk waktu Subuh.

    4. Kapan waktu tahajud yang paling utama?

    Sepertiga malam terakhir merupakan waktu yang sangat utama untuk memperbanyak shalat, doa, dan istighfar berdasarkan hadis tentang keutamaan akhir malam.



    Kesimpulan

    Shalat tahajjud adalah salah satu ibadah sunnah yang sangat utama dalam Islam. Allah SWT menyebutkannya secara khusus dalam QS. Al-Isra’ ayat 79, sedangkan Rasulullah ﷺ memberikan banyak penjelasan mengenai shalat malam, waktu pelaksanaannya, dan tata caranya.

    Cara paling sederhana bagi pemula adalah tidur setelah Isya, kemudian bangun pada malam hari, berwudhu, berniat shalat tahajud, melaksanakan dua rakaat, kemudian salam. Jika ingin menambah, shalat dapat dilakukan kembali dua rakaat lalu dua rakaat. Setelah itu, shalat malam dapat ditutup dengan witir.

    Waktu yang sangat utama adalah sepertiga malam terakhir, karena pada waktu tersebut terdapat keutamaan besar untuk berdoa dan memohon ampun kepada Allah SWT.

    Yang paling penting bukan hanya banyaknya rakaat, tetapi keikhlasan, kekhusyukan, dan istiqamah dalam beribadah.

    Semoga Allah SWT memberikan kita kekuatan untuk menghidupkan malam dengan shalat, dzikir, membaca Al-Qur’an, istighfar, dan doa.

    Wallahu a’lam bish-shawab.

    Referensi Dalil

    1. Al-Qur’an, QS. Al-Isra’: 79 — dalil tentang tahajud.
    2. Al-Qur’an, QS. Al-Furqan: 64 — tentang hamba Allah yang beribadah pada malam hari.
    3. Al-Qur’an, QS. Adz-Dzariyat: 17–18 — tentang orang bertakwa yang beristighfar pada waktu sahur.
    4. Al-Qur’an, QS. Al-Muzzammil: 6 — tentang keutamaan bangun malam.
    5. Shahih al-Bukhari no. 1137 — shalat malam dua rakaat-dua rakaat dan witir.
    6. Shahih Muslim no. 758b — keutamaan sepertiga malam terakhir.
    7. Jami’ at-Tirmidzi no. 3498 — hadis tentang keutamaan akhir malam untuk berdoa dan memohon ampun.
    8. Al-Muwatta Imam Malik, Kitab Shalat Malam, Hadis 12–13 — riwayat mengenai praktik shalat malam Nabi ﷺ.
    Share to

    Other News

    urat Al-Waqi’ah lengkap dengan teks Arab, latin, arti bahasa Indonesia, dan audio MP3

    Surat Al-Waqi’ah & Artinya


    Surah Makkiyah · Juz 27 · 96 ayat سورة الواقعة Surat (56) Al-Waqi’ahHari Kiamat Yang Pasti Terjadi Putar Audio Surat Alwaqi&#...

    13 Oct 2026

    Infografis: Panduan Sholat Ashar


    Tata Cara Lengkap Sholat Ashar dari Niat Hingga Salam Sholat Ashar merupakan salah satu dari lima sholat wajib yang dikerjakan oleh setiap musli...

    09 Sep 2026
    Apa Itu Islam? Pengertian Islam dan Dasar-Dasarnya

    Apa Itu Islam? Pengertian Islam dan Dasar-Dasar...


    Islam adalah agama yang mengajarkan manusia untuk menyembah Allah SWT, mematuhi perintah-Nya, menghindari larangan-Nya, dan menjalani kehidupan ...

    01 Oct 2026

    Panduan Lengkap Dzikir Petang


    Dzikir petang adalah ibadah yang dicontohkan Rasulullah SAW sebagai sarana menutup hari dengan perlindungan Allah SWT. Amalan ini berfungsi seba...

    08 Sep 2026
    tata cara sholat jenazah

    Panduan Lengkap Sholat Jenazah


    Tata Cara Sholat Jenazah Lengkap: Niat, Bacaan, Doa, dan Dalilnya Sholat jenazah merupakan ibadah yang dilakukan umat Islam untuk mendoakan seor...

    10 Oct 2026

    10 Waktu Berdoa Paling Mustajab


    10 Waktu Berdoa Paling Mustajab Waktu Doa Paling Mustajab (Dikabulkan), Lengkap dengan Dalil Al-Qur’an dan Hadist. Doa merupakan bagian dari i...

    11 Sep 2026

    Kategori Artikel

    back to top